Trump Nilai Pertemuan dengan Pihak Demokrat “Buang-Buang Waktu”

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai pertemuannya dengan para pemimpin partai Demokrat pada hari Rabu, 9 Januari 2019, waktu setempat “buang-buang waktu”. Ini adalah hari ke-19 pemerintahan Amerika Serikat mengalami shutdown. Bagaimana awal ceritanya?

1. Pihak oposisi tetap menolak keamanan perbatasan yang diajukan pemerintah

Dilansir dari CNN, Donald Trump memutuskan keluar dari pertemuan dengan para pemimpin partai Demokrat untuk mengakhiri shutdown pemerintahan Amerika Serikat pada hari Rabu, 9 Januari 2019. Trump menyebut pertemuan tersebut dinilai “buang-buang waktu” saja.

“Baru saja meninggalkan pertemuan dengan Chuck dan Nancy, membuang-buang waktu. Saya bertanya apa yang akan terjadi dalam 30 hari jika saya dengan cepat membuka sesuatu, apakah Anda akan menyetujui Keamanan Perbatasan yang mencakup Penghalang Dinding atau Baja?

“Nancy berkata TIDAK. Aku berkata selamat tinggal, tidak ada yang berhasil!,” ungkap pernyataan Trump usai pertemuan seperti yang dikutip dari CNN. Pihak Kongres Demokrat mengecam Trump yang dinilai acuh tak acuh terhadap para pekerja federal yang berjuang dan tidak berusaha untuk menegoisasi karena shutdown pemerintahan yang kini sudah memasuki hari ke-19.

2. Presiden Amerika Serikat mendesak partai Republik untuk bersatu

Pertemuan tersebut terjadi usai makan siang tertutup dengan Senat Republik di Capitol Hall, di mana Trump mendesak partai Republik untuk bersatu. Sejumlah anggota partai Republik merasa prihatin atas pemerintahan yang mengalami shutdown. Setidaknya, ada 3 senator dari Partai Republik yang mendukung pemerintahan tanpa adanya dana dinding perbatasan yakni Lisa Murkowski dari Alaska, Cory Gardner dari Colorado, dan Susan Collins dari Maine. “Partai Republik benar-benar bersatu. Kami berbicara tentang strategi, tetapi mereka selalu bersama kami,” ungkap pernyataan Trump seperti yang dikutip dari The Guardian.

Shutdown pemerintahan Amerika Serikat kali ini merupakan yang terpanjang sejak tahun 1995 lalu dimana pemerintah Amerika Serikat memaksa penutupan taman nasional, menunda inspeksi makanan dan obat-obatan, dan memicu kekhawatiran terhadap perjalanan udara. Sebelum pertemuan mereka dengan Trump, Chuck Shumer, yang merupakan pemimpin minoritas Senat, dan Nancy Pelosi, yang merupakan ketua DPR Amerika Serikat, mengadakan acara pertemuan dengan pekerja federal dalam upaya menyoroti dampak shutdown.

“Menggunakan mereka sebagai sandera melalui kemarahan oleh presiden sama sekali salah, begitu tidak adil, sangat kejam. Itu harus berakhir dan itu harus berakhir sekarang,” ungkap pernyataan dari Chuck Shumer yang dikutip dari The Guardian.

3. Belum jelas sampai saat ini apakah para pekerja federal diberikan kompensasi

Sampai saat ini, belum ada bukti yang mendukung gagasan bahwa pekerja federal mendukung dinding perbatasan atau posisi Trump di tengah pemerintahan yang sedang shutdown. Tak hanya itu, sampai saat ini belum diketahui apakah para pekerja federal apakah akan diberikan kompensasi.

Pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell, telah mengisyaratkan bahwa masalah ini akan menemui jalan buntudi majelis tinggi. Tanpa adanya resolusi, penutupan beberapa pemerintahan juga dapat mengancam pengiriman kupon makanan serta pengembalian pajak untuk jutaan orang Amerika Serikat lainnya.

Seorang supervisor juru masak untuk Biro Penjara Federal di Houston, Clifton Buchanan, mengatakan bahwa ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa akibat masalah ini. “Saat ini saya hanya mencoba mencari cara membayar tagihan dan memberi makan keluarga saya.

“Saya sedang tidak bekerja. Saya tidak dibayar. Saya tidak bisa memilih siapa yang harus disalahkan. “Saya hanya tahu saya tidak punya penghasilan,” ungkap pengakuan dari Clifton Buchanan seperti yang dikutip dari The Guardian.

BUKA AKUN
WhatsApp WhatsApp Us